Bawang Merah
Bawang Putih


Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah kuluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya ibu bawang putih meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian ayahnya.


Ayah bawang putih : “ bawang putih, kamu jangan terlalu berlarut-larut bersidih yaa. Kamu harus ikhlas dengan semua ini ya nak.. “

Bawang putih : “ baik yah, aku akan berusaha untuk ikhlas dan sabar menberima semua ini “


Bawang putih dan ayah nya pun trus berusaha untuk menerima dengan keadaan semua ini..

Kebetulan di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki dua orang anak yang bernama bawang merah dan bawang bombai. Semenjak ibu bawang putih meninggal , ibu bawang merah sering berkunjung ke rumah bawang putih untuk membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani bawang putih dan ayahnya mengobrol.


Ibu bawang merah : ” putih,,,
Sedang apa kamu ? ?
Apakah ada yang bisa ibu bantu ??”

Bawang putih : ” eh ibu... !!
Saya sedang membereskan rumah bu,,
Tidak usah bu, terima jasih. Saya bisa mengerjakan sendiri ko..”

Ibu bawang merah : ” ooh, ya sudah klo begitu, ngomong-ngomong ayah kamu kemana nak ..? ”

Bawang putih : ” ayah sedang berdagang di kota bu.. ”

Ibu bawang merah : ” ooh,,
Ya sudah klo begitu ibu mau pulang dulu ya, ibu mau menyiapkan makan siang untuk bawang merah dan bawang bombai dulu..
Kamu tidak apa-apa kan di rumah sendiri ”

Bawang putih : ” ohh, ya sudah. Saya tidak apa-apa ko bu, bentar lagi juga ayah pulang.. ”


Ibu bawang merah sangat baik sekali kepada bawang putih dan ayah nya, lalu akhirnya ayah bawang putih berfikir bahwa lebih baik kalau ia menikahi saja ibu bawang merah supaya bawang putih tidak kesipian lagi..

Sebelum ayah bawang putih menikahi ibu bawang merah, ayah bawang putih pun harus meminta persetujuan bawang puttih terlebih dahulu..


Ayah bawang putih : ” putih sini nak,, ”

Bawang putih : ”iya yah ada apa ??”

Ayah bawang putih : ” ayah mau berbicara sama kamu, ,
Putih, apakah kamu setuju jika ayah menikahi ibu bawang merah ?? ”

Bawang putih : ” ayah ingin menikahi ibu bawang merah,, ?? ”


Dengan terkejut putih pun menjawab pertanyaan ayah nya..


Ayah bawang putih : ” iya nak, ayah ingin menikahi ibu bawang merah..
Memangnya kenapa nak, apakah kamu tidak setuju dengan keputusan ayah ini..
Kalo kamu tidak setuju ayah akan membatalkan keputusan ayah ini.. ”

Bawang putih : ” tidak yah, putih si setuju-setuju saja jika memang itu sudah keputusan ayah. Lagian ibu bawang merah pun sangat baik kepada putih yah, dia sudah menganggap putih sebagai anak nya sendiri.. ”

Ayah bawang putih : ” bagus lah kalau kamu setuju nak,,
Kalau begitu besok ayah akan segera melamar ibu bawang merah.. ”


Keesokan hari nya , ayah bawang putih dan bawang putih pun mendatangi rumah ibu bawang merah untuk melamar ibu bawang merah..
Sesampainya di depan rumah bawang merah, ayah pun mengetuk pintu rumah bawang merah dan mengucapkan salam.


Ayah bawang putih :” tok,, tok,, tok,,, !!!
Assalamualaikum..

Ibu bawang merah :“ wa’alaikum salam..“


Ibu bawang merah pun terkejut dengan kedatangan bawang putih beserta ayahnya..


Ibu bawang merah :“ bawang putih, pak yos..
Tumben-tumbenan kalian kemari, ada keperluan apa ini..
Silahkan masuk bawang putih, pak yos..“

Ayah bawang putih :“ ini loh bu, kedatangan saya kemari saya ingin ibu bersedia untuk menggantikan ibu bawang putih yang sudah meninggal dunia, sekaligus untuk menjadi pedamping hidup saya“


Ibu bawang merah pun kaget dan terkejut mendengar perkataan ayah bawang putih, degan senang hati ibu bawang merah pun menerima lamaran itu..“
Kemudian mereka pun menikah, ,


Ibu tiri :“ nak, akhirnya kamu menjadi anak ibu juga ya sayang“

Bawang putih :“ iya bu,,, saya sangat senag sekali..“

Ayah :“ bawang putih, sekarang kamu tidak akan kesepian lagi jika ayah meninggalkan mu bedagang nak“

Bawang putih :“ iya yaah“

Bawang merah :“ putih sekarang kamu sudah menjadi saudara kami“

Bawang bombai :” iya putih, sekarang kami sudah menjadi saudara kamu dan kita sekarang bisa bermain bersama”


Mulany ibu bawang merah, bawang merah dan bawang bombai sangat baik kepada bawang putih, namun lama-kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah bawang putih sedang pergi berdagang..


Bawang merah :” puuuutiiiihhh....!!
Sini kamu, cicikan semua baju-baju kotor ini di sungai sampai bersih.

Sambil melemparkan baju-baju kotor itu ke muka bawang putih

Bawang putih :” kenapa harus aku yang mencuci semua ini bawang merah, aku kan harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah.”

Bawang merah :” alaahh, sudah lah jangan membantah kamu, memangnya kamu mau saya bilangain ke ibu.”

Bawang putih :” ti,,,tiiidak bawang merah..
Baiklah saya akan mengerjakan semua ini..”


Putih pun mengambil semua pakaian kotor yang tadi di lemparkan oleh bawang merah,,
Ketika putih sedang berjalan keluar rumah, tiba-tiba bawang bombai pun memanggil bawang putih..


Bawang bombai :” eh, putih tunggu sebentar.
Kamu mau kemana ??”

Bawang putih :” saya mau ke sungai untuk mencuci semua baju-baju kotor ini”

Bawang bombai :”ohh, kebetulan. Saya nitip ni sepatu saya yang sudah dekil ini.
Tolong cucikan sampai bersih yaa..”

Bawang putih :” baiklah bawang bombai ”


Bawang putih pun berjalan ke sungai, dengan bernyanyi kecil ia menyelusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa di laluinya. Dan di tengah hutan ia bertemu dengan teman nya yang bernama Defi, bawang putih pun memanggil Defi dan menyapanya..

Bawang putih :” Hai,, Defikamu mau kemana..?”
Defi :” Eh bawang putih, aku mau ke sungai. Mau memcuci pakaian. Kamu sendiri mau kemana..?“

Bawang putih :“ kebetulan dong, aku juga ingin ke sungai ingin mencuci pakaian..“

Defi :“ kalau begitu kita bareng saja yuk ke sungai nya..“

Ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba di tengah perjalanan mereka di hadang oleh dua pria yang ia tidak kenal..


Dua pria :” hai neng, mau kemana ni berduaan saja di tengah-tengah hutan seprti ini.”

Defi :” ka,, kami mau ke sungai kang. Permisi atuh saya mau lewat”

Pria 1 :” eh, ntar dulu atuh neng. Tong usah buru-buru kitu.. mending kita ngobrol-ngobrol hela sakedap di ditu tah..”

Bawang putih :” tidak bisa kang, soal nya ibu saya sudah menunggu saya di rumah..”


Kedua pria itu pun terus memaksa bawang putihdan temannya sambil mencolek-colek pipi bawang putih, bawang putih dan defi pun ketakutan dan mereka pun berteriak untuk meminta tolong”


Bawang putih :” ttoooooooolllong.....
Tttoooollllonggg,,,,,,
Lepasin,,

Pria 2 :” hahaha, sudah lah kalian tidak usah berteriak seperti itu. Sampai suara kalian habis juga tidak akan ada yang mendengarnya..”


Putih dan temannya pun terus berteriak dan meminta tolong, dan akhirnya ada dua orang pria yang tampan datang menolongnya..
Mereka menghajar kedua pria jahat itu dan menolong bawang putih,,


Tiba-tiba defi mendekati putih dan berbisik.

Defi :” Eh putih, kedua pemuda ini tampan yaa. Hhee”

Bawang putih :” Kamu itu, tidak bisa melihat cowok tampan sedikit yaa..”

Kedua pria itu pun mengkagetkan bawang putih dan temannya yang asyik berbisik-bisik.

Pangeran Adit :” hei,, kalian. Kalian tidak apa-apa kan ??”

Defi :” Ohh,, iya kami tidak apa-apa ko. .

Bawang putih :” terima kasih ya kalian sudah mau menolong kami. ”

Pangeran adit :” iya sama-sama, kalian lain kali hati-hati ya klo sedang berjalan di hutan ini.”

Bawang putih :” iya, kami lain kali pasti akan lebih berhati-hati ko. Kalau begitu kami pergi ke sungai dulu ya, sekali lagi terima kasih ya.”

Pangeran adit :” hey, tunggu sebentar..
Siapa nama kalian ??”

Bawang putih :” saya bawang putih, dan ini teman saya. Defi,,”

Defi :” saya Defi, kalian siapa..?”

Pangeran adit :” nama kalian bagus, saya pangeran adit..
Dan ini adik saya”

Adik pangeran :” saya bayu..”

Bawang putih :” senang berkenalan dengan kalian..”

Pangeran adit :” ngomong-ngomong kalian mau ngapain ke hutan ini,, ?”

Bawang putih :” kami mau ke sungai untuk mencuci pakaian”

Pangeran adit :” ohh, begitu.. boleh saya antar?”

Bawang putih :” tidak usah, kami sudah biasa ko. Lagian nanti kami merepotkan kalian lagi”

Defi :” boleh-boleh, kalian boleh ko mengantar kan kami..”

Bawang putih :” tidak usah, kami bisa sendiri ko, iya kan def..?”

Putih pun menginjak kaki defi agar ia mau menuruti apa yang di omongkan bawang putih tadi..

Defi :” Ohh iya, tidak usah deh kami bisa sendiri ko. Lagian ntar kita malah merepotkan kalian lagi.”

Adik pangeran :” tidak ko kak, kami sudah biasa di hutan ini.”

Bawang putih :” tidah usah bayu, kami bisa sendiri ko”

Pangeran adit :” yaa sudah kalau begitu, tapi kalian hati-hati ya di jalan”

Bawang putih :” baiklah,, ”


Pangeran dan adiknya pun meninggalkan bawang putih dan temannya, dan bawang putih da Defi melanjutkan perjalananya menuju sungai..
Sesampainya di sungai putih dan defi pun segera mencuci pakaian kotor yang di bawa nya, sambil mengobrol dan becanda ria putih mencuci pakaian kotor itu. Sangking asyik nya putih mecuci pakaian sambil bercanda-canda ria dengan temannya , putih sampai tidak menyadari bahwa ada salah satu baju yang hanyut ke tengah-tengah sungai.
Celakanya baju itu adalah baju kesayangan ibu tiri nya, ketika putih menyadari bahwa dari salah satu baju nya itu ada yang hanyut, putih pun panik..

Bawang putih :” Defi apakah kamu lihat pakaian ibu aku yang berwarna merah..?”

Defi :” tidak putih, aku tidak melihatnya. Memangnya tidak ada di situ..?”

Bawang putih :” tidak ada def, celaka itu ibu baju kesayangan ibu tiri aku. Dia bisa memarahi ku kalau tau baju kesayangannya itu hanyut..”

Defi :” lalu bagaimana dong putih, apa kamu ingin mencari nya?”

Bawang putih :” tentu saja aku akan mencarinya karna jika tidak aku bisa di marahi oleh ibu .”

Defi :” apakah ingin aku temani mencari baju ibu kamu itu..?”

Bawang putih :” tidak usah def, lebih baik kamu pulang duluan saja. Karna hari sudah mulai sore, nanti kamu di carikan lagi ma ibu kamu..”

Defi :” Baiklah kalau begitu, tapi kamu berani mecari sendirian..”

Bawang putih :” Iya, tidak apa-apa ko. Saya berani”

Defi :” Ya sudah kalau begitu aku duluan yaa..”


Putih pun segera menyelusuri sungai untuk mencari baju ibunya yang hanyut itu..
Setelah lama putih mencari dan menyusuri tepi sungai, putih melihat seorang kakek yang sedang memandikan sapi di pinggir sungai. Lalu putih pun segera menghampiri kakek itu untuk bertanya apakah ia melihat baju merah yang hanyut..


Bawang putih :” permisi paman, apakah paman melihat baju merah yang hanyut di sungai ini. ”

Paman :” baju yang berwarna merah itu kah ??
Iya saya tadi melihatnya nak, apakah baju itu milik kamu ?? ”
Bawang merah :” iya paman baju itu milik ibu saya, lalu paman melihat kearah mana baju itu hanyut ?”

Paman :” tadi paman lihat ke arah sana nak, coba saja kamu susuri sungai ini sekarang. Mungkin baju itu belum jauh,,”

Bawang putih :” baiklah paman, saya akan segera menyusuri sungai ini. Terima kasih ya paman.”

Paman :” iya nak, sama-sama.”


Putih pun dengan cepat menyusuri sungai, pada saat itu air sungai sedang deras sekali dan putih pun tidak dapat menemukan baju ibunya itu. Hari semakin malam, putih pun dengan terpaksa kembali kerumah tanpa baju kesayangan ibu nya itu..
Sesampainya di rumah, putih menceritakan kejadian itu kepada ibu nya.”


Ibu tiri :” dasar anak ceroboh kamu, baru di suruh begitu saja sudah ada baju yang hanyut. Dasar bodoh kamu. ”

Bawang putih :” maaf bu, saya tidak sengaja. Tapi saya berjanji saya akan mencari nya besok pagi bu..”

Ibu tiri :” saya tidak mau tau, saya ingin kamu sekarang juga mencari baju itu. Dan kamu jangan berani menginjakkan rumah ini sebelum kamu menemukan baju itu, mengerti kamu..”

Bawang putih :” baiklah bu. ”


Putih pun kembali ke sungai untuk mencari baju itu, hari pun semakin malam dan putih belum menemukan baju ibu nya itu. Ketika putih sedang berjalan dari kejauhan putih melihat sebuah gubuk di pinggir sungai, dan putih pun segera menghampiri gubuk itu dan mengetuk pintunya apakah ada seseorang di dalam gubuk itu. .


Bawang putih :” permisi,, apakah ada orang di dalam..”

Nenek :” iya siapa di luar ”

Terdengar suara nenek tua dari dalam gubuk itu, lalu nenek itu pun keluar gubuk untuk melihat siapa yang datang ke gubuk nya itu..

Bawang putih :” permisi nek, apakah nenek melihat baju merah yang hanyut lewat sungai ini ? ”

Nenek :” baju merah yang ini kah yang kamu cari nak,,?”


Nenek itu pun menyodori baju merah milik ibu bawang putih kepada putih..


Bawang putih :” iya nek yang ini, untuk saja nenek menemukan baju ini kalau tidak saya tidak bisa pulang ke rumah hari ini. Terima kasih yaa nek,,”

Nenek :” sayang sekali, padahal nenek menyukai baju itu nak..”

Bawang putih :” nenek menyukai baju ini ??
Maaf ya nek saya tidak bisa memberikan baju ini ke nenek, karna ini baju kesukaan ibu tiri saya. Kalau saya memberi baju ini untuk nenek, pasti ibu saya akan memarahi saya.
Bagaimana sebagai gantinya saya akan mnginap selama seminggu di gubuk nenek ini untuk menemani dan membantu nenek, apakah nenek mau..??”

Nenek :” iya nak, nenek mau sekali kamu tinggal di sini selama seminggu. Kebetulan nenek sangat kesepian di sini..”

Bawang putih :” baik lah nek saya akan menginap di gubuk nenek ini..”


Putih pun menemani nenek tua itu, di gubuk itu putih selalu membantu nenek dan menghibur nenek. Nenek sangat senag sekali dengan adanya putih di gubuk dia itu, selama putih di gubuk itu, putih selalu membuatkan makanam untuk nenek dan membereskan gubuk nenek yang kumuh itu..
Nenek sangat menyukai putih, karna putih sangat sopan dan lemah lebut terhadap nenek. Setelah seminggu putih tinggal di gubuk itu, putih pun meminta izin untuk kembali pulang ke rumah nya..


Bawang putih :” nek, saya telah seminggu di gubuk nenek ini. Apakah saya boleh pulang, saya takut ibu dan kakak saya khawatir dengan saya..

Nenek :” baik lah nak, kamu boleh pulang. Terima kasih atas semua nya ya nak..
Ooh, iya sebelum kamu pulang kamu boleh memilih 1 dari ke3 labu-labu itu sebagai ucapan terima kasih nenek..”
Bawang putih :” tidak usah nek, itu untuk nenek saja..”

Nenek :” tidak apa-apa nak, ambil saja salah satu labu itu.”

Bawang putih :” baik lah nek..”

Putih pun mengambil labu yang paling kecil di antara labu yang lainnya, lalu putih segera pulang untuk segera memberikan baju itu kepada ibu nya..
Sesampainya di rumah..

Ibu tiri :” putih,, apakah kamu sudah menemukan baju ibu yang hanyut..??”

Bawang putih :” sudah bu, ini bajunya..”

Ibu tiri :” bagus lah,.
Lalu itu apa putih yang berada di tangan kamu iyu..”

Bawang putih :” ohh ini labu bu, tadi di kasih oleh nenek yang tinggal di tepi sungai..”

Ibu tiri :” Labu..??
Ohh kebetulan ibu sedang haus ni, bikin kan ibu sirup labu itu yaa..”

Bawang putih :” baik lah bu..”

Putih pun ke dapur untuk membelah labu itu , ketika putih membelah labu itu. Putih pun terkejut dengan isi labu itu. Lalu putih bertariak memangil ibu dan kakak nya.

Bawang putih :” Ibu,,,,,, Kakak .....
Kemarilah, coba lihat ini..

Bawang merah :” aduuh ,,, ada apa sih bawang putih kamu teriak-teriak gini. Kamu fikir rumah ini hutan apa..

Bawang bombai :” tau ni sih putih, berisik tau ga sih..”

Bawang putih :” ini ka lihat isi labu ini, banyak sekali perhiasan nya..”

Bawang bonbai :” Waachh,,,,,,!!
Apa ini, apakah semua ini emas semua ka..?

Bawang merah :” iya, ini perhiasan semua de..”

Mereka pun terkejut melihat perhiasan yang sebanyak itu, lalu bawang merah dan bawang bombai segera memanggil ibu mereka untuk memberikan itu semua

Bawang merah & bombai :” IBU,,,,,,, cepat kemari, coba lihat ini..”

Ibu tiri :” ada apa sich kalian ini teriak-teriakan ga jelas begini.”

Bawang merah :” ini bu, lihat isi labu ini..”

Ibu tiri :” Wach ini apa putih, kamu mendapat kan labu ini dari mana..??”

Bawang putih :” Dari nenek yang tinggal di gubuk tepi sungai itu bu..”

Ibu tiru :” ko kamu bisa mendapat kan labu yang berisi perhiasan semua begini ?”

Putih pun menceritakan semua kejadian kemarin kepada ibu dan kakak nya, lalu ibu pun menyuruh bawang merah untuk mendatangi gubuk tua itu dan menginap bersama nenek itu untuk bisa mendapat kan labu yang berisi perhiasan itu..
Bawang merah pun menuruti perkataan ibunya itu, besok nya bawang merah berangkat ke rumah nenek itu..
Ketika di perjalanan menuju rumah nenek tua itu, bawang merah pun bertemu ke dua temannya..

Teman bawang merah :” hei bawang merah, mau kemana kamu ??”

Bawang merah :“ Eh Ega, Efa..
Kalian mau kemana..?”

Efa :” kita mau main ke sebrang sungai sana, kamu mau kemana..?”

Bawang merah :” emmmh,,, aku mau..
Aku mau jalan-jalan saja ko di tepi sungai ini..

Ega :” kamu tidak takut jalan sendirian di tengah hutan seperti ini..?”

Bawang merah :” Hhe tidak ko, saya sudah biasa.. ”

Efa :” dari pada kamu sendirian mendingan kamu ikut kami saja main, mau tidak.?”

Bawang merah :” tidak ach, aku ada urusan yang lebih penting di bandingkan main dengan kalian..”
Ega :” Yaa sudah kalau kamu tidak ingin main bersama kami..”

Efa :” Ayoo ga kita lanjutkan perjalanan, nanti teman-teman kita kelamaan nungguin kita..”

Bawang merah :” Yaa sudah kalian lanjutkan saja perjalanan kalian..”

Ega dan Efa pun melanjutkan perjalanan mereka dan meninggal kan bawang merah sendirian, bawang merah pun melanjutkan perjalanannya ke rumah sie nenek tua itu..
Setelah bawang merah berjalan cukup jauh, akhirnya dia menemukan gubuk tua si nenek itu. Dan dia pun langsung menghampiri gubuk itu..

Bawang merah :” Akhirnya aku menemukan juga ni gubuk tua, ,
Iccchhh,,,, kumuh sekali gubuk ini, kalau tidak untuk labu yang berisi perhiasan itu, mana mau aku tinggal di gubuk kumuh yang seperti ini..”

Ketika bawang merah sedang mendumal di depan gubuk itu, tiba-tiba keluar lah nenek tua itu dari dalam gubuk dan bawang merah pun terkejut melihat si nenek itu..

Nenek :” sedang apa kamu nak berdiri di depan gubuk nenek ini..?”

Bawang merah :” Eh nenek, anu nek saya ingin menginap di gubuk nenek ini selama seminggu, apakah nenek mengizinkan saya untuk menginap..?
Saya janji saya akan membantu nenek selama saya berada di sini..”

Nenek :” Ohh tentu saja boleh nak, kebetulan nenek sedang butuh teman ngobrol ni nak. Masuk lah..”


Nenek pun mempersilah kan masuk bawang merah ke dalam gubuk nya itu, ,

Bawang merah pun masuk ke dalam, dan ia melihat keadaan gubuk yang kumuh itu dia merasa sangat jijik sekali. Dan Bawang merah mengingkari janji nya itu, selama ia tinggal di gubuk itu. Dia sama sekali tidak pernah membantu nenek itu, ia hanya duduk bermalas-malasan saja, akhirnya sepekan pun tiba. Bawang merah bersiap-siap untuk kembali pulang ke rumahnya..

Bawang merah :” nek saya sudah seminggu di sini. Saya mau pulang dulu ya nek,,

Nenek :” Baiklah terima kasih ya kamu sudah mau menemani nenek di sini..”

Bawang merah :” apakah nenek tidak ingin mengasih saya labu itu sebagai tanda terima kasih nenek ..”

Nenek :” Ohh kamu mengiginkan labu itu, ambil saja lah nak. Kamu boleh memilih satu diantara dua labu itu..”

Bawang merah pun langsung mengambil labu yang paling besar dan ia langsung pergi maninggalkan nenek itu tanpa memberi salam terlebih dahulu..
Setelah sampai di rumah, bawang merah pun langsung berteriak memanggil ibu dan adik nya..

Bawang merah :” Ibu,,, bawang bombai..
Kemarilah, lihat aku pulang membawa apa..“

Ibu tiri :” Kamu sudah pulang nak, dan kamu berhasil membawa labu besar itu..”

Bawang bombai :” cepat ka, belah labu itu. Aku sudah tidak sabar ingin melihat perhiasan-perhiasan di dalam labu itu..”

Bawang merah :” baiklah, tunggu sebentar.”

Bawang merah, bawang bombai dan ibu pun segera membelah labu itu. Ketika mereka membelahnya, mereka terkejut dengan isi labu itu. Mereka berteriak histeris dan mereka melempar kan labu itu ketika mereka melihat ular, kalajengking, kelabang dan binatang berbisa lainnya yang berada di dalam labu itu. Mereka tidak mendapatkan perhiasan yang mereka ingin kan melainkan binatang-binatang yang berbisa itu, .
Itu lah akibat dari orang yang serakah dan tidak pernah puas dengan apa yang di milikinya,,,,,


...SELESAI...





Memerankan Sebagai :

- Dewi Wulandari : Narator
- Siti Emilia Mely : Bawang Putih
- Vina A. Agustiana : Bawang Merah
- Dina Novita Ayu : Bawang Bombai
- Dini Arafah : Ibu Tiri
- Agam Anugrah Akbar : Pangeran Adit
- M. Agy Fahrezy : Adik Pangeran ( Bayu )
- Vika Oktavia : Nenek Tua
- Anggy Condro Sidi : Teman B. Merah ( Efi )
- Dita Ayu Ningsih : Teman B. Merah ( Ega )
- Siti Nurjanah : Teman B. Putih ( Defi )
- Aksel Kevin R. : Penjahat 1
- Oriza Yufa Lazuardi : Penjahat 2
- Syaefuddin Adji : Paman








Penyusun



Dewi Wulandari
KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI

HandOut
MK Komunikasi Organisasi


BERBICARA EFEKTIF

1. Pengertian Berbicara / Bahasa
A.
  • Sistem Lambang
  • Perkataan
  • Percakapan
B. Arti Luas
Sebagai alat komunikasi yang tidak terbatas (kata2, gerak,-gerik, mimic, dan pantomimic)

C. Arti Sempit
Sebagai hubungan antara suasana dengan kata-kata dengan menggunakan bahasa lisan.

2. Fungsi Berbicara
a. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan
b. Sebagai alat komunikasi

3. Prinsip Berbicara Efektif
a. Prinsip Motivasi
b. Prinsip Perhatian
c. Prinsip Pengertian
d. Prinsip Keinderaan
e. Prinsip Ulangan
f. Prinsip Kegunaan

4. Cara Penyampaian
a. Penyampaian secara mendadak
b. Penyampaian formal (dengan naskah tertulis)
c. Penyampaian secara hafalan
d. Penyampaian yang dipersiapkan secara tidak lengkap
- Kata kunci ditulis dengan huruf besar
- Gunakan 2 spasi & beri nomor halaman
- Latihan beberapa kali
- Beri intonasi dalam berbicara (jangan terburu)
- Fleksibel dengan merespon umpan balik
- Beri contoh untuk mendukung pertanyaan
- Dikombinasikan dengan pesan yang kuat

5. Pemilihan Bahasa
a. Gunakan bahasa yang sederhana
b. Mengetahui demografis peserta
c. Mengetahui sifat-sifat publik/peserta
d. Membuat Improvisasi / perkiraan mengenai kepercayaan, sikap dan nilai-nilai yang dianut peserta

6. Analisis Berorientasi Tujuan
a. Perlu adanya sistematika agar tidak ngelantur :
- Pengantar
Perlu landasan yang sama, membangkitkan perhatian dan menentukan pokok tema dan arti pentingnya.
- Isi
Menyampaikan informasi / argumen yang dinyatakan pada pengantar, sedikit bukti-buktinya.
- Kesimpulan
Diakhiri dengan pernyataan yang mudah diingat.
b. Cara berpakaian yang baik, bersih, rapi, akan menambah rasa percaya diri, tata caranya :
- Pakaian harus serasi, tidak berwarna mencolok / norak, model dan motif disesuaikan dengan warna kulit.
- Pakaian cukup sederhana, tidak menunjukkan kemewahan atau mahal.
- Kancing baju, ikat pinggang, kerah baju dan kelengkapan lainnya harus diperhatikan.
- Sepatu diusahakan sesuai dengan pakaian yang sedang dipakai.
c. Pandangan Mata; apabila sedang bicara yang perlu diperhatikan :
- Pandanglah mitra bicara kita.
- Memandang dengan etis, tidak langsung memandang mata, tetapi memandang bagian hidung ke bawah.
- Melihat mata sebentar, jika diperlukan untuk melihat bagaimana mereka bereaksi.
- Jangan sekali-kali menundukkan kepala atau membuang muka, karena hal ini tidak etis dan kurang menghargai orang yang kita ajak bicara.
d. Air muka / wajah
Hendaknya mengikuti isi pembicaraan, rasa heran, gembira, kecewa, terkejut, sedih dapat diekspresikan dengan air muka / wajah.
e. Sikap tubuh
- Sikap duduk
Duduk dengan sopan, jangan terlebih dahulu duduk di depan para pendengar, jangan sering menengok kebelakang dan duduk dengan tenang.
- Sikap Berdiri
Berdiri dengan tegak, kuasai diri anda sebelum menguasai orang banyak, tunjukkan kesan yang berwibawa, dada ke depan, bahu di tarik kebelakang, tegakkan kepala, jangan menunduk dan tangan tergantung di sisi bawah.
f. Suara
- Ucapan setiap kata harus jelas.
- Tidak monoton, berilah tekanan pada bagian2 tertentu yang dianggap penting.
- Bersemangat, suara bersemangat akan memberi banyak variasi.
- Ucapkan dengan lantang / keras agar dapat di dengar.
- Berekspresi pada pengucapan, suara yang baik tanpa diimbangi dengan ekspresi akan membosankan.
g. Tulisan
Bertujuan untuk lebih menjelaskan maksud yang disampaikan, tulisan harus jelas dan dapat di baca.


MENDENGARKAN EFEKTIF

1. Pengertian
  • Usaha untuk memperoleh pengertian dengan menggunakan indera pendengaran.
  • Kemampuan pikiran untuk mengadakan interpretasi terhadap berita atau pesan yang di terima.
2. Manfaat mendengarkan
a. Keberhasilan dalam menjalankan tugas.
b. Pendengan baik yang mendengarkan secara efektif, perlindunga dirinya terpelihara.
c. Berguna menghindari / mengurangi kesalahpahaman.
d. Menimbulkan kecermatan dalam memberi tanggapan.
3.

Pengembangan Kepribadian

Handout


Faktor Penghambat Perkembangan Kepribadian :

1. Lingkungan
- Sesuatu yang dianut : Senioritas
- Tradisi budaya : Peran istri/suami

2. Diri Pribadi
- Tidak ada tujuan hidup
- Kurang termotivasi
- Enggan menelaah diri
- Usia


KONSEP DIRI

Kosep Diri : Bagaimana seseorang memandang diri sendiri dan situasi disekelilingnya.

Konsep Diri meliputi pengertian :
- Siapa saya menurut piokiran saya
- Dalam posisi mana saya berada
- Apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan


Konsep diri yang lemah :
- Menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam berbicara dengan orang lain
- Ia sulit melalui bahwa ia salah
- Kurang mampu mengungkapkan perasaan-perasaannya dengan cara yang wajar
- Sulit menerima kritik dari orang lain

Konsep diri yang baik :
- Orang tersebut biasanya terbuka
- Tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan orang lain, bahkan dalam situasi yang masih asing sekalipun
- Cepat tanggap terhadap situasi sekelilingnya


Teori JOHARI WINDOWS

JOHARI berasal dari nama penemunya yaitu : Joseph Luit dan HARRIngton Ingham. Mereka mengatakan bahwa setiap manusia memiliki 4 daerah pengenalan diri.
 Diri Terbuka (Open Self)
 Diri Buta (Blind Self)
 Diri Tersembunyi (Hidden Self)
 Diri yang tidak dikenal siapapun (Unknow Self)


o Feed Back : proses dimana seseorang memberi tahu berdasarkan pengamatan dan perasaannya tentang tingkah laku seseorang.

o Tujuan :

- Membantu perkembangan pribadi seseorang demi kebaikannya.
- Merupakan unsur terpenting di dalam mendidik.

Kesimpulan :

Kepribadian bukan semata-mata faktor bawaan, tetapi juga merupakan hasil belajar selalau dapat diembangkan ke arah yang lebih baik melalui proses belajar.

Contoh : senyum juga harus dipelajari.

Kepribadian merupakan aspek kejiwaan yang sangat penting baik posisi maupun peranannya pada kehidupan setiap individu.

KWPRIBADIAN

”Susunan sistim psikofisik (jiwa dan raga, pisik dan mental) yang dianmis dalam diri individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan”. (Allport)

# Dinamis : Berubah-ubah ; Lutfi yang dulu tentu berbeda dengan Lutfi yang sekarang.
# Unik : Khas, berbeda-beda dari satu orang dengan orang lain. ; ada orang yang langsung dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, ada yang tidak dapat dan membutuhkan waktu.
# Psikofisik : Hubungan erat jiwa dan raga.
(bila satu bagian sakit maka bagian tubuh yang lainpun akan merasakan sakit) ; Psikosomatik ; eksim.
Maag ------------
Migran

(penyakit yang disebabkan oleh kejiwaan).

Kepribadian tampak pada :

*SIKAP : Adalah kecenderungan seseorang bereaksi pada sisi positif maupun sisi negatif.

Cara menanggulangi adalah dengan ; berusaha untuk selalu melihat sesuatu dari sisi yang lain / positif thinking.
Ex ; perilaku yang manis belum tentu sikapnya manis.

* Perilaku : Siakp akan tercermin pada perilaku.
Ex ; seseorang yang menerima – wajahnya akan berseri.

* Tutur Bahasa : Menggunakan bahasa dengan tutur bahasa yang baik, tidak menyinggung perasaan orang lain.


Faktor penentu kepribadian

A. Faktor Bawaan
Ex : - Rambut ikal seorang anak karena salah satu ortu berambut ikal.
- Bakat anak menurun dari ortu
- Potensi diri anak---IQ

B. Pengalaman masa kanak-kanak
Ex ; anak yang sering dipukuli, maka kecenderungan pada dewasa menjadi sadis/kejam/minder.

C. Pengalaman dalam kehidupan selanjutnya.
 Perluasan wawasan --- Pendidikan formal/informal
--- Pergaulan/perjalanan


Keterangan

1. Pada faktor A ke faktor B ----- peran seseorang adalah Pasif.
Ex ; seorang anak hanya menerima dari ortu.

2a. Pada faktor C ----- orang berperan Aktif, dengan catatan orang yang bersangkutan mau berubah dengan dilandasi KESADARAN.

2b. PERUBAHAN ----- tidaklah tergantung pada usia, namun pada :
• KESADARAN
• KEMAUAN / NIAT / MOTIVASI (dorongan dari dalam diri)
• BERPENGETAHUAN
• PUNYA TUJUAN HIDUP
• MEMBUKA DIRI


Setiap orang dapat mengembangkan diri dan akan terhalang bila :

1. Merasa tidak ada tantangan
2. Merasa tidak mampu
3. Merasa tidak punya tujuan hidup yang jelas
4. Merasa sudah cukup puas
5. Merasa tidak cukup berharga (seseorang yang memandang dirinya banyak kekurangan akan ragu dalam bertindak --- tampak sebagai pribadi yang malas dan tidak bergairah)

Sebelum mengembangkan diri seseorang perlu mnegenal diri sendiri, melalui Introspeksi
”yaitu : menganalisa / melihat sisi positif maupun negatif diri dari sudut pandang diri sendiri.)

Seseorang yang memiliki kepribadian menarik adalah :

”Orang yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan memiliki kestabilan emosi yang mantap.”
/* HTTP Host: static.ak.facebook.com */
/* Generated: July 28th 2009 9:58:05 PM PDT */
/* Machine: 10.16.140.104 */

/**
* FeatureLoader.js.php is designed to be the minimal set of code necessary to
* use the Facebook Javascript API.
*
* The majority of the API is split into "features" which can be loaded
* separately or all at once. Most features are packaged together into
* connect.js.pkg.php, so it doesn't really matter which ones you pull in.
*
* @provides connect-FeatureLoader
*
*/

// Create FB namespace if necessary
if (!window.FB) {
FB = {};
}

// Only load if this class is not already loaded
if (!FB.Bootstrap) {
FB.Bootstrap = {
/*
* Use this to request loading of features in Facebook Client JavaScript library
* @param features array of features (see wiki for options)
* @param callback callback function to be executed when all required features
* are finished loading
*/
requireFeatures : function(features, callback) {
// Don't do anything if this page is a cross domain channel page
if (FB.Bootstrap.isXdChannel) {
return;
}

FB.Bootstrap.enqueueFeatureRequest({"features": features,
"callback": callback,
"loadedCount": 0});
if (FB.Bootstrap.FeatureMap) {
if (FB.FeatureLoader) {
FB.FeatureLoader.singleton.checkRequestQueue();
} else {
FB.Bootstrap.addScript(FB.Bootstrap.FeatureMap["Base"].src);
}
}
},

/*
* Convenient wrapper for calling Facebook API calls. Because the Facebook
* API is dynamically loaded, this guarantees that your function isn't called
* until both the libraries are loaded and initialized.
*
* Use in conjunction with FB.init.
* Example usage:
* FB.ensureInit ( function () {
* // ... any code in the Facebook library
* });
*
* @param callback function to call when Facebook is dynamically loaded.
* @throws exception if FB.init is not called within the document.
*/
ensureInit : function(callback) {
if (!callback) {
throw("FB.ensureInit called without a valid callback");
}

// short-circuit if initialization has already been called
if (FB.Facebook &&
FB.Facebook.get_initialized &&
FB.Facebook.get_initialized().get_isReady() &&
FB.Facebook.get_initialized().result) {
return callback();
}

// if it's not already initialized, then queue it up
// by the time this callback is executed, FB.Facebook.init
// must have been called or else
FB.Bootstrap.requireFeatures(FB.Bootstrap.features, function() {
FB.Facebook.get_initialized().waitForValue(true, callback);
});
},

/*
* This safely initializes the Facebook API for use on a Connect or iframe site.
*
* It is a wrapper around FB.Facebook.init, provided here so that it is available
* before the rest of the library is dynamically loaded. All subsequent calls
* must be wrapped in FB.ensureInit() in order to guarantee that the init function is
* called first.
*
* Example Usage:
* FB.init("API_KEY", "xd_receiver.php");
*
* @param api_key your API key provided by the developer app
* @param xd_receiver The cross-domain receiver file on your domain.
* Suggest using an absolute URL like "/xd_receiver.htm"
* @param appSettings Optional application settings.
*/
init : function(api_key, xd_receiver, appSettings) {
// bind to the onload handler
FB.Bootstrap.requireFeatures(FB.Bootstrap.features, function() {
if (FB.Facebook) {
// init has changed definition by now
FB.Facebook.init(api_key, xd_receiver, appSettings);
}
});
},

/*
* Dynamically add a script tag to the document.
*/
addScript : function(src) {
var scriptElement;

// Check if we have the script loaded already
var scriptElements = document.getElementsByTagName('script');
if (scriptElements ) {
var c = scriptElements.length;
for (var i = 0; i < c; i++) {
scriptElement = scriptElements[i];
if (scriptElement.src == src) {
// Found a match
return;
}
}
}


scriptElement = document.createElement("script");
scriptElement.type = "text/javascript";
scriptElement.src = src;
var parent = document.getElementsByTagName('HEAD')[0] || document.body;
parent.appendChild(scriptElement);
},

/*
* Initialize global page, one-time setup for the cross domain channel.
*
* Some sites may not have a dedicated cross domain channel page, but
* use an existing page url as the channel page by using the special
* fbc_receiver=1 query parameter. This is not very performant but we
* support in cases where a dedicated channel is difficult to create.
*
*/
initializeXdChannel : function () {
FB.Bootstrap.isXdChannel =
window.location.search.indexOf(FB.Bootstrap.fbc_channel_token) >= 0;

if (!FB.Bootstrap.isXdChannel) {
FB.Bootstrap.createHiddenDiv();
FB.Bootstrap.detectDOMContentReady();
}
},

/*
* Use detectDOMContentReady to determine whether window is loaded.
* Because there is no way to determine a window is loaded after it is
* already loaded, we must initialize the state to false in a code that
* will be executed before the window is loaded, then listen to the window
* load event.
*
* Since FeatureLoader.js.php is the only script we have that is not
* dynamically loaded, we must place this code in this file.
*/
detectDOMContentReady : function() {
if (window.navigator.userAgent.toLowerCase().indexOf("msie") >= 0) {
window.attachEvent("onload", function() {
FB.Bootstrap.IsDomContentReady = true;
});
} else {
window.addEventListener("DOMContentLoaded", function() {
FB.Bootstrap.IsDomContentReady = true;
}, false);
}
},

/*
* Create a hidden DOM container element. This is used to store hidden
* iframes. If developers do not want the document.write to be called,
* they can create their own hidden div named "FB_HiddenContainer".
*/
createHiddenDiv : function() {
if (document.getElementById('FB_HiddenContainer') == null) {
document.write('
+ 'style="position:absolute; top:-10000px; '
+ 'width:0px; height:0px;" >'
+ '
');
}
},

/*
* Loads the map of feature => file that enables dynamic loading of JS files.
* Note that for now, these are pretty much all pointing to the same file,
* but we hope to implement some optimizations in the future to make this
* more customizable.
*
* @param featureMap map of feature => file
*/
loadServerMaps : function(featureMap) {
if(!this.FeatureMap.length) {
this.FeatureMap = featureMap;
if (FB.FeatureLoader) {
FB.FeatureLoader.singleton.checkRequestQueue();
}
}
},

/*
* Set the locale for the loaded resources.
*/
setLocale : function(locale, isRTL) {
window.FB.locale = locale;
window.FB.localeIsRTL = isRTL;
},

/*
* Submit a given feature request for loading.
*/
enqueueFeatureRequest : function(request) {
this.FeatureRequestQueue[this.FeatureRequestQueue.length] = request;
},

/*
* For IE, we will try to detect if document.namespaces contains 'fb' already
* and add it if it does not exist.
*/
detectDocumentNamespaces : function() {
if (document.namespaces && !document.namespaces.item['fb']) {
document.namespaces.add('fb');
}
},

/*
* If a dedicated cross domain channel url cannot be created.
* Use this function create an url based on current page by
* adding a special query string the url of the current page.
* This should be avoided unless there is other choice because
* it is not efficient.
*/
createDefaultXdChannelUrl : function() {
var xd_receiver = location.protocol + '//' + location.hostname +
location.pathname + location.search;
if(location.search || location.search.length > 0) {
xd_receiver += '&';
} else {
xd_receiver += '?';
}
xd_receiver += 'fbc_channel=1';
return xd_receiver;
},

/*
* Global state variables
*/
features : ["XFBML", "CanvasUtil"],
FeatureMap : [],
IsDomContentReady : false,
FeatureRequestQueue : [],
CustomFeatureMap : [],
fbc_channel_token : 'fbc_channel=1'
};

/*
* Define shorthand functions for ease of use.
*/
window.FB_RequireFeatures = FB.Bootstrap.requireFeatures;
window.FB.init = FB.Bootstrap.init;
window.FB.ensureInit = FB.Bootstrap.ensureInit;
}

FB.Bootstrap.initializeXdChannel();
FB.Bootstrap.detectDocumentNamespaces();


if (!FB.HiddenContainer) {
FB.HiddenContainer = {
get: function() {
return document.getElementById('FB_HiddenContainer');
}
};
}
if (!window.FB) {FB = {};}
if(!FB.dynData){ FB.dynData = {"site_vars":{"canvas_client_compute_content_size_method":1,"use_postMessage":1,"enable_custom_href":0},"resources":{"base_url_format":"http:\/\/{0}.facebook.com\/","api_channel":176173,"api_server":163033,"www_channel":176173,"xd_comm_swf_url":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zDVWA\/hash\/bqv7w2jc.swf","login_img_dark_small_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1UCB\/hash\/2xsceaad.gif","login_img_dark_medium_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z2VTT\/hash\/7hx9pyoy.gif","login_img_dark_medium_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z3QU5\/hash\/e3ze8mte.gif","login_img_dark_large_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1JXW\/hash\/2z9gcbuz.gif","login_img_dark_large_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z68SL\/hash\/60iiygum.gif","login_img_light_small_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z9OLH\/hash\/6q0yshe1.gif","login_img_light_medium_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z6MJW\/hash\/9cymg7nd.gif","login_img_light_medium_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z3W9M\/hash\/5naudvb1.gif","login_img_light_large_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z5XS9\/hash\/61bloodv.gif","login_img_light_large_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z16CL\/hash\/bv27ws94.gif","login_img_white_small_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z8IX1\/hash\/2a1naoz4.gif","login_img_white_medium_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zBUQ9\/hash\/bjzz2c6x.gif","login_img_white_medium_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z3OG3\/hash\/dcgjz499.gif","login_img_white_large_short":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1FPV\/hash\/6n0u8rja.gif","login_img_white_large_long":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zEFC4\/hash\/dg0z2xns.gif","logout_img_small":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zAQ42\/hash\/b9tevzzg.gif","logout_img_medium":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zDUG0\/hash\/3g5yiwv5.gif","logout_img_large":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zEU9F\/hash\/921gve8r.gif"}};}
FB.Bootstrap.loadServerMaps(
/* featureMap */ {"Base":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":null},"Common":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["Base"]},"XdComm":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["Common"]},"CacheData":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zO4B1\/hash\/94y4e2fx.js","dependencies":["Common","XdComm"]},"Api":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["XdComm"]},"CanvasUtil":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["Common","XdComm"]},"Connect":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["CanvasUtil","Api"],"styleSheets":["http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zE22I\/hash\/axsr09mn.css"]},"XFBML":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z1A8N\/hash\/7qz9tauk.js","dependencies":["CanvasUtil","Api","Connect"]},"Integration":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zBUXV\/hash\/5fgk415d.js","dependencies":["Connect"]},"Comments":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/z67HN\/hash\/7bodfyxw.js","dependencies":["XdComm","XFBML"]},"Payments":{"src":"http:\/\/static.ak.fbcdn.net\/rsrc.php\/zE3NX\/hash\/9qoy5526.js","dependencies":["XdComm","Connect"]}});
FB.Bootstrap.setLocale("en_GB", false);/**
* NOTE - this file should be editted at
* /lib/connect/Facebook/XdComm/XdCommReceiver.js
* which will rewrite any library file connect is autogened
*
* @provides XdCommReceiver
* @requires
*/

// Create FBIntern namespace if necessary
if (!window.FBIntern) {
FBIntern = {};
}

// Only load if this class is not already loaded
if (!FBIntern.XdReceiver) {
// XdReceiver class
FBIntern.XdReceiver = {
delay : 100,
timerId : -1,
dispatchMessage: function() {
//We don't used window.location.hash because it has different behavior on IE and Firefox.
//See https://bugzilla.mozilla.org/show_bug.cgi?id=378962
var pathname = document.URL;
var hashIndex = pathname.indexOf('#');
var hash;
if(hashIndex > 0) {
hash = pathname.substring(hashIndex + 1);
} else {
//hashIndex not found;
//Check if it's special case for login callback
hashIndex = pathname.indexOf('fb_login&');
if(hashIndex > 0) {
hash = pathname.substring(hashIndex + 9);
} else {
return;
}
}

var debugFlag='debug=1&';
if(hash.indexOf(debugFlag) == 0) {
hash = hash.substring(debugFlag.length);
}

var packet_string;
var func = null;
try {
var hostWindow = window.parent;
if (hash.indexOf('fname=') == 0) {
var packetStart = hash.indexOf('&');
var frame_name = hash.substr(6, packetStart-6);
if(frame_name == "_opener") {
hostWindow = hostWindow.opener;
} else if (frame_name == "_oparen") {
hostWindow = hostWindow.opener.parent;
} else if (frame_name != "_parent") {
hostWindow = hostWindow.frames[frame_name];
}
packet_string = hash.substr(packetStart+1);
} else {
hostWindow = hostWindow.parent;
packet_string = hash;
}

func = hostWindow.FB.XdComm.Server.singleton.onReceiverLoaded;
} catch (e) {
if (e.number == -2146828218) {
//Permission denied
return;
}
}

if(func) {
hostWindow.FB.XdComm.Server.singleton.onReceiverLoaded(packet_string);
if(FBIntern.XdReceiver.timerId != -1) {
window.clearInterval(FBIntern.XdReceiver.timerId);
FBIntern.XdReceiver.timerId = -1;
}
} else {
if(FBIntern.XdReceiver.timerId == -1) {
try {
FBIntern.XdReceiver.timerId = window.setInterval(FBIntern.XdReceiver.dispatchMessage, FBIntern.XdReceiver.delay);
} catch (e) {
}
}
}
}
};

if (!(window.FB && FB.Bootstrap && !FB.Bootstrap.isXdChannel)) {
try {
FBIntern.XdReceiver.dispatchMessage();
}
catch(e) {
}
}
}

Sebuah Nama Sebuah cerita Band Ter Favorite Versi Nickelodeon indonesia 2009




Ajang Nickelodeon Indonesia Kids Choice Award 2009 kembali digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta dan akan disiarkan secara live oleh Global TV pada 23 Juli 2009. Ajang penghargaan yang pemenangnya ditentukan oleh anak-anak ini mengusung tema Playground adventure

Seperti tahun lalu, ajang penghargaan ini akan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menyampaikan rasa kreatid serta aspirasi mereka dalam memilih idolanya dalam 10 kategori. Seperti penentuan artis, penyanyi, band, group/duo, pembawa acara, atlet, dan kartun favorit mereka, yang pada nominatirnya ditentukan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh tim R&D Global TV dan diperkuat dengan data-data dari AC Nielsen.

Ajang Nickelodeon Indonesia Kids Choice Award 2009 tahun ini berbeda dengan tahun lalu, kali ini lebih seru dengan tema yang jauh lebih menantang, yakni Playground adventure. “Melalui pesta anak ini, dapat mendorong anak-anak Indonesia menjadi semakin kreatif, mandiri dan percaya diri dengan pilihan mereka,” ugkap Titan Hermawan, Vice President Produksi, Teknik & Marcomm Global TV di Jakarta, kemarin. Global TV merupakan pemegang hak siar Nickelodeon di Indonesia.

Tema Playground Adventure tersebut mengajak anak-anak untuk lebih melakukan aktivitas di luar rumah ataupun dengan alam sebab bermain di luar rumah dapat meningkatkan motorik pada anak. Pastinya, permainan di luar rumah lebih seru dan menyenangkan dibandingkan permainan di dalam rumah yang hanya didominasi kecanggihan teknologi.

Di acara puncak nanti, anak-anak akan disuguhkan beberapa wahana seru, seperti flaying fox, climbing and giant slide dan guyuran hujan slime (lendir hijau khas Nick) akan membahasahi anak-anak di akhir acara. Malam puncak juga akan sangat meriah karen di pandu oleh Fitri Tropika, Raffi Ahmad, dan Indra Bekti serta penampila artis papan atas lainnya. Nah, jangan sampai ketinggalan, gunakanlah hak pilih kalian dengan memilih melalui SMS atau melalui website Global TV di www.globaltv.co.id.

Dan pada tahun ini Peterpan menjadi pemenang di kategori Band indonesia terfavorite Versi Nickelodeon indonesia 2009.

AlbUm Peterpan
































Matahari (Cinta & Harapan)


Seorang wanita bertanya pada SAYA
tentang cinta dan harapan........


Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di
dunia Dan SAYA berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa SAYA ingin jadi
matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus
menemani bunga...


Wanita berkata ingin menjadi rembulan
dan SAYA berkata ingin tetap menjadi matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan
tidak bisa bertemu,
tetapi SAYA ingin tetap jadi matahari....


Wanita berkata ingin menjadi Phoenix...
yang bisa terbang ke langit jauh di atas
matahari, dan SAYA berkata akan selalu menjadi
matahari....

Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah tiga kali...
namun SAYA tetap keras kepala ingin jadi
matahari, tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi
kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa SAYA tetap
menjadi matahari....

SAYA merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, SAYA ingin menjadi
matahari agar bunga dapat terus hidup.
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk
bunga agar ia tumbuh, berkembang...
dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang
dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari
bersama bunga.
Ini disebut KASIH..... yaitu Memberi Tanpa Pamrih.

Saat wanita jadi bulan,
SAYA tetap menjadi matahari.....
agar bulan dapat terus bersinar indah dan
dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya
matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan,
siapakah yang ingat kepada matahari?
Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan
walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya
bulan... dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya
sebagai pemberi cahaya
agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut....


Ini disebut dengan PENGORBANAN...
Menyakitkan namun Sangat Layak untuk Cinta.



Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang
tinggi, jauh ke langit bahkan di atas matahari...
SAYA tetap selalu jadi matahari
agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau
dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi
jauh, namun matahari akan selalu menyimpan
cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk
phoenix. Matahari selalu ada untuk phoenix kapan pun ia
mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari.
Tidak akan ada makhluk lain selain phoenix
yang bisa masuk ke dalam matahari dan
mendapatkan cintanya.....
Ini disebut dengan KESETIAAN.....
Walaupun Ditinggal Pergi dan Dikhianati,
Namun tetap Menanti dan Mau Memaafkan.


Untuk para wanita.....
Siapakah Matahari yang ada di dalam
kehidupanmu??
Bila engkau sudah menemukan dan melihat Matahari
dalam
kehidupanmu...pergi,lihat dan jangan pernah
meninggalkannya.