Bawang Merah
Bawang Putih


Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah kuluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya ibu bawang putih meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian ayahnya.


Ayah bawang putih : “ bawang putih, kamu jangan terlalu berlarut-larut bersidih yaa. Kamu harus ikhlas dengan semua ini ya nak.. “

Bawang putih : “ baik yah, aku akan berusaha untuk ikhlas dan sabar menberima semua ini “


Bawang putih dan ayah nya pun trus berusaha untuk menerima dengan keadaan semua ini..

Kebetulan di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki dua orang anak yang bernama bawang merah dan bawang bombai. Semenjak ibu bawang putih meninggal , ibu bawang merah sering berkunjung ke rumah bawang putih untuk membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani bawang putih dan ayahnya mengobrol.


Ibu bawang merah : ” putih,,,
Sedang apa kamu ? ?
Apakah ada yang bisa ibu bantu ??”

Bawang putih : ” eh ibu... !!
Saya sedang membereskan rumah bu,,
Tidak usah bu, terima jasih. Saya bisa mengerjakan sendiri ko..”

Ibu bawang merah : ” ooh, ya sudah klo begitu, ngomong-ngomong ayah kamu kemana nak ..? ”

Bawang putih : ” ayah sedang berdagang di kota bu.. ”

Ibu bawang merah : ” ooh,,
Ya sudah klo begitu ibu mau pulang dulu ya, ibu mau menyiapkan makan siang untuk bawang merah dan bawang bombai dulu..
Kamu tidak apa-apa kan di rumah sendiri ”

Bawang putih : ” ohh, ya sudah. Saya tidak apa-apa ko bu, bentar lagi juga ayah pulang.. ”


Ibu bawang merah sangat baik sekali kepada bawang putih dan ayah nya, lalu akhirnya ayah bawang putih berfikir bahwa lebih baik kalau ia menikahi saja ibu bawang merah supaya bawang putih tidak kesipian lagi..

Sebelum ayah bawang putih menikahi ibu bawang merah, ayah bawang putih pun harus meminta persetujuan bawang puttih terlebih dahulu..


Ayah bawang putih : ” putih sini nak,, ”

Bawang putih : ”iya yah ada apa ??”

Ayah bawang putih : ” ayah mau berbicara sama kamu, ,
Putih, apakah kamu setuju jika ayah menikahi ibu bawang merah ?? ”

Bawang putih : ” ayah ingin menikahi ibu bawang merah,, ?? ”


Dengan terkejut putih pun menjawab pertanyaan ayah nya..


Ayah bawang putih : ” iya nak, ayah ingin menikahi ibu bawang merah..
Memangnya kenapa nak, apakah kamu tidak setuju dengan keputusan ayah ini..
Kalo kamu tidak setuju ayah akan membatalkan keputusan ayah ini.. ”

Bawang putih : ” tidak yah, putih si setuju-setuju saja jika memang itu sudah keputusan ayah. Lagian ibu bawang merah pun sangat baik kepada putih yah, dia sudah menganggap putih sebagai anak nya sendiri.. ”

Ayah bawang putih : ” bagus lah kalau kamu setuju nak,,
Kalau begitu besok ayah akan segera melamar ibu bawang merah.. ”


Keesokan hari nya , ayah bawang putih dan bawang putih pun mendatangi rumah ibu bawang merah untuk melamar ibu bawang merah..
Sesampainya di depan rumah bawang merah, ayah pun mengetuk pintu rumah bawang merah dan mengucapkan salam.


Ayah bawang putih :” tok,, tok,, tok,,, !!!
Assalamualaikum..

Ibu bawang merah :“ wa’alaikum salam..“


Ibu bawang merah pun terkejut dengan kedatangan bawang putih beserta ayahnya..


Ibu bawang merah :“ bawang putih, pak yos..
Tumben-tumbenan kalian kemari, ada keperluan apa ini..
Silahkan masuk bawang putih, pak yos..“

Ayah bawang putih :“ ini loh bu, kedatangan saya kemari saya ingin ibu bersedia untuk menggantikan ibu bawang putih yang sudah meninggal dunia, sekaligus untuk menjadi pedamping hidup saya“


Ibu bawang merah pun kaget dan terkejut mendengar perkataan ayah bawang putih, degan senang hati ibu bawang merah pun menerima lamaran itu..“
Kemudian mereka pun menikah, ,


Ibu tiri :“ nak, akhirnya kamu menjadi anak ibu juga ya sayang“

Bawang putih :“ iya bu,,, saya sangat senag sekali..“

Ayah :“ bawang putih, sekarang kamu tidak akan kesepian lagi jika ayah meninggalkan mu bedagang nak“

Bawang putih :“ iya yaah“

Bawang merah :“ putih sekarang kamu sudah menjadi saudara kami“

Bawang bombai :” iya putih, sekarang kami sudah menjadi saudara kamu dan kita sekarang bisa bermain bersama”


Mulany ibu bawang merah, bawang merah dan bawang bombai sangat baik kepada bawang putih, namun lama-kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah bawang putih sedang pergi berdagang..


Bawang merah :” puuuutiiiihhh....!!
Sini kamu, cicikan semua baju-baju kotor ini di sungai sampai bersih.

Sambil melemparkan baju-baju kotor itu ke muka bawang putih

Bawang putih :” kenapa harus aku yang mencuci semua ini bawang merah, aku kan harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah.”

Bawang merah :” alaahh, sudah lah jangan membantah kamu, memangnya kamu mau saya bilangain ke ibu.”

Bawang putih :” ti,,,tiiidak bawang merah..
Baiklah saya akan mengerjakan semua ini..”


Putih pun mengambil semua pakaian kotor yang tadi di lemparkan oleh bawang merah,,
Ketika putih sedang berjalan keluar rumah, tiba-tiba bawang bombai pun memanggil bawang putih..


Bawang bombai :” eh, putih tunggu sebentar.
Kamu mau kemana ??”

Bawang putih :” saya mau ke sungai untuk mencuci semua baju-baju kotor ini”

Bawang bombai :”ohh, kebetulan. Saya nitip ni sepatu saya yang sudah dekil ini.
Tolong cucikan sampai bersih yaa..”

Bawang putih :” baiklah bawang bombai ”


Bawang putih pun berjalan ke sungai, dengan bernyanyi kecil ia menyelusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa di laluinya. Dan di tengah hutan ia bertemu dengan teman nya yang bernama Defi, bawang putih pun memanggil Defi dan menyapanya..

Bawang putih :” Hai,, Defikamu mau kemana..?”
Defi :” Eh bawang putih, aku mau ke sungai. Mau memcuci pakaian. Kamu sendiri mau kemana..?“

Bawang putih :“ kebetulan dong, aku juga ingin ke sungai ingin mencuci pakaian..“

Defi :“ kalau begitu kita bareng saja yuk ke sungai nya..“

Ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba di tengah perjalanan mereka di hadang oleh dua pria yang ia tidak kenal..


Dua pria :” hai neng, mau kemana ni berduaan saja di tengah-tengah hutan seprti ini.”

Defi :” ka,, kami mau ke sungai kang. Permisi atuh saya mau lewat”

Pria 1 :” eh, ntar dulu atuh neng. Tong usah buru-buru kitu.. mending kita ngobrol-ngobrol hela sakedap di ditu tah..”

Bawang putih :” tidak bisa kang, soal nya ibu saya sudah menunggu saya di rumah..”


Kedua pria itu pun terus memaksa bawang putihdan temannya sambil mencolek-colek pipi bawang putih, bawang putih dan defi pun ketakutan dan mereka pun berteriak untuk meminta tolong”


Bawang putih :” ttoooooooolllong.....
Tttoooollllonggg,,,,,,
Lepasin,,

Pria 2 :” hahaha, sudah lah kalian tidak usah berteriak seperti itu. Sampai suara kalian habis juga tidak akan ada yang mendengarnya..”


Putih dan temannya pun terus berteriak dan meminta tolong, dan akhirnya ada dua orang pria yang tampan datang menolongnya..
Mereka menghajar kedua pria jahat itu dan menolong bawang putih,,


Tiba-tiba defi mendekati putih dan berbisik.

Defi :” Eh putih, kedua pemuda ini tampan yaa. Hhee”

Bawang putih :” Kamu itu, tidak bisa melihat cowok tampan sedikit yaa..”

Kedua pria itu pun mengkagetkan bawang putih dan temannya yang asyik berbisik-bisik.

Pangeran Adit :” hei,, kalian. Kalian tidak apa-apa kan ??”

Defi :” Ohh,, iya kami tidak apa-apa ko. .

Bawang putih :” terima kasih ya kalian sudah mau menolong kami. ”

Pangeran adit :” iya sama-sama, kalian lain kali hati-hati ya klo sedang berjalan di hutan ini.”

Bawang putih :” iya, kami lain kali pasti akan lebih berhati-hati ko. Kalau begitu kami pergi ke sungai dulu ya, sekali lagi terima kasih ya.”

Pangeran adit :” hey, tunggu sebentar..
Siapa nama kalian ??”

Bawang putih :” saya bawang putih, dan ini teman saya. Defi,,”

Defi :” saya Defi, kalian siapa..?”

Pangeran adit :” nama kalian bagus, saya pangeran adit..
Dan ini adik saya”

Adik pangeran :” saya bayu..”

Bawang putih :” senang berkenalan dengan kalian..”

Pangeran adit :” ngomong-ngomong kalian mau ngapain ke hutan ini,, ?”

Bawang putih :” kami mau ke sungai untuk mencuci pakaian”

Pangeran adit :” ohh, begitu.. boleh saya antar?”

Bawang putih :” tidak usah, kami sudah biasa ko. Lagian nanti kami merepotkan kalian lagi”

Defi :” boleh-boleh, kalian boleh ko mengantar kan kami..”

Bawang putih :” tidak usah, kami bisa sendiri ko, iya kan def..?”

Putih pun menginjak kaki defi agar ia mau menuruti apa yang di omongkan bawang putih tadi..

Defi :” Ohh iya, tidak usah deh kami bisa sendiri ko. Lagian ntar kita malah merepotkan kalian lagi.”

Adik pangeran :” tidak ko kak, kami sudah biasa di hutan ini.”

Bawang putih :” tidah usah bayu, kami bisa sendiri ko”

Pangeran adit :” yaa sudah kalau begitu, tapi kalian hati-hati ya di jalan”

Bawang putih :” baiklah,, ”


Pangeran dan adiknya pun meninggalkan bawang putih dan temannya, dan bawang putih da Defi melanjutkan perjalananya menuju sungai..
Sesampainya di sungai putih dan defi pun segera mencuci pakaian kotor yang di bawa nya, sambil mengobrol dan becanda ria putih mencuci pakaian kotor itu. Sangking asyik nya putih mecuci pakaian sambil bercanda-canda ria dengan temannya , putih sampai tidak menyadari bahwa ada salah satu baju yang hanyut ke tengah-tengah sungai.
Celakanya baju itu adalah baju kesayangan ibu tiri nya, ketika putih menyadari bahwa dari salah satu baju nya itu ada yang hanyut, putih pun panik..

Bawang putih :” Defi apakah kamu lihat pakaian ibu aku yang berwarna merah..?”

Defi :” tidak putih, aku tidak melihatnya. Memangnya tidak ada di situ..?”

Bawang putih :” tidak ada def, celaka itu ibu baju kesayangan ibu tiri aku. Dia bisa memarahi ku kalau tau baju kesayangannya itu hanyut..”

Defi :” lalu bagaimana dong putih, apa kamu ingin mencari nya?”

Bawang putih :” tentu saja aku akan mencarinya karna jika tidak aku bisa di marahi oleh ibu .”

Defi :” apakah ingin aku temani mencari baju ibu kamu itu..?”

Bawang putih :” tidak usah def, lebih baik kamu pulang duluan saja. Karna hari sudah mulai sore, nanti kamu di carikan lagi ma ibu kamu..”

Defi :” Baiklah kalau begitu, tapi kamu berani mecari sendirian..”

Bawang putih :” Iya, tidak apa-apa ko. Saya berani”

Defi :” Ya sudah kalau begitu aku duluan yaa..”


Putih pun segera menyelusuri sungai untuk mencari baju ibunya yang hanyut itu..
Setelah lama putih mencari dan menyusuri tepi sungai, putih melihat seorang kakek yang sedang memandikan sapi di pinggir sungai. Lalu putih pun segera menghampiri kakek itu untuk bertanya apakah ia melihat baju merah yang hanyut..


Bawang putih :” permisi paman, apakah paman melihat baju merah yang hanyut di sungai ini. ”

Paman :” baju yang berwarna merah itu kah ??
Iya saya tadi melihatnya nak, apakah baju itu milik kamu ?? ”
Bawang merah :” iya paman baju itu milik ibu saya, lalu paman melihat kearah mana baju itu hanyut ?”

Paman :” tadi paman lihat ke arah sana nak, coba saja kamu susuri sungai ini sekarang. Mungkin baju itu belum jauh,,”

Bawang putih :” baiklah paman, saya akan segera menyusuri sungai ini. Terima kasih ya paman.”

Paman :” iya nak, sama-sama.”


Putih pun dengan cepat menyusuri sungai, pada saat itu air sungai sedang deras sekali dan putih pun tidak dapat menemukan baju ibunya itu. Hari semakin malam, putih pun dengan terpaksa kembali kerumah tanpa baju kesayangan ibu nya itu..
Sesampainya di rumah, putih menceritakan kejadian itu kepada ibu nya.”


Ibu tiri :” dasar anak ceroboh kamu, baru di suruh begitu saja sudah ada baju yang hanyut. Dasar bodoh kamu. ”

Bawang putih :” maaf bu, saya tidak sengaja. Tapi saya berjanji saya akan mencari nya besok pagi bu..”

Ibu tiri :” saya tidak mau tau, saya ingin kamu sekarang juga mencari baju itu. Dan kamu jangan berani menginjakkan rumah ini sebelum kamu menemukan baju itu, mengerti kamu..”

Bawang putih :” baiklah bu. ”


Putih pun kembali ke sungai untuk mencari baju itu, hari pun semakin malam dan putih belum menemukan baju ibu nya itu. Ketika putih sedang berjalan dari kejauhan putih melihat sebuah gubuk di pinggir sungai, dan putih pun segera menghampiri gubuk itu dan mengetuk pintunya apakah ada seseorang di dalam gubuk itu. .


Bawang putih :” permisi,, apakah ada orang di dalam..”

Nenek :” iya siapa di luar ”

Terdengar suara nenek tua dari dalam gubuk itu, lalu nenek itu pun keluar gubuk untuk melihat siapa yang datang ke gubuk nya itu..

Bawang putih :” permisi nek, apakah nenek melihat baju merah yang hanyut lewat sungai ini ? ”

Nenek :” baju merah yang ini kah yang kamu cari nak,,?”


Nenek itu pun menyodori baju merah milik ibu bawang putih kepada putih..


Bawang putih :” iya nek yang ini, untuk saja nenek menemukan baju ini kalau tidak saya tidak bisa pulang ke rumah hari ini. Terima kasih yaa nek,,”

Nenek :” sayang sekali, padahal nenek menyukai baju itu nak..”

Bawang putih :” nenek menyukai baju ini ??
Maaf ya nek saya tidak bisa memberikan baju ini ke nenek, karna ini baju kesukaan ibu tiri saya. Kalau saya memberi baju ini untuk nenek, pasti ibu saya akan memarahi saya.
Bagaimana sebagai gantinya saya akan mnginap selama seminggu di gubuk nenek ini untuk menemani dan membantu nenek, apakah nenek mau..??”

Nenek :” iya nak, nenek mau sekali kamu tinggal di sini selama seminggu. Kebetulan nenek sangat kesepian di sini..”

Bawang putih :” baik lah nek saya akan menginap di gubuk nenek ini..”


Putih pun menemani nenek tua itu, di gubuk itu putih selalu membantu nenek dan menghibur nenek. Nenek sangat senag sekali dengan adanya putih di gubuk dia itu, selama putih di gubuk itu, putih selalu membuatkan makanam untuk nenek dan membereskan gubuk nenek yang kumuh itu..
Nenek sangat menyukai putih, karna putih sangat sopan dan lemah lebut terhadap nenek. Setelah seminggu putih tinggal di gubuk itu, putih pun meminta izin untuk kembali pulang ke rumah nya..


Bawang putih :” nek, saya telah seminggu di gubuk nenek ini. Apakah saya boleh pulang, saya takut ibu dan kakak saya khawatir dengan saya..

Nenek :” baik lah nak, kamu boleh pulang. Terima kasih atas semua nya ya nak..
Ooh, iya sebelum kamu pulang kamu boleh memilih 1 dari ke3 labu-labu itu sebagai ucapan terima kasih nenek..”
Bawang putih :” tidak usah nek, itu untuk nenek saja..”

Nenek :” tidak apa-apa nak, ambil saja salah satu labu itu.”

Bawang putih :” baik lah nek..”

Putih pun mengambil labu yang paling kecil di antara labu yang lainnya, lalu putih segera pulang untuk segera memberikan baju itu kepada ibu nya..
Sesampainya di rumah..

Ibu tiri :” putih,, apakah kamu sudah menemukan baju ibu yang hanyut..??”

Bawang putih :” sudah bu, ini bajunya..”

Ibu tiri :” bagus lah,.
Lalu itu apa putih yang berada di tangan kamu iyu..”

Bawang putih :” ohh ini labu bu, tadi di kasih oleh nenek yang tinggal di tepi sungai..”

Ibu tiri :” Labu..??
Ohh kebetulan ibu sedang haus ni, bikin kan ibu sirup labu itu yaa..”

Bawang putih :” baik lah bu..”

Putih pun ke dapur untuk membelah labu itu , ketika putih membelah labu itu. Putih pun terkejut dengan isi labu itu. Lalu putih bertariak memangil ibu dan kakak nya.

Bawang putih :” Ibu,,,,,, Kakak .....
Kemarilah, coba lihat ini..

Bawang merah :” aduuh ,,, ada apa sih bawang putih kamu teriak-teriak gini. Kamu fikir rumah ini hutan apa..

Bawang bombai :” tau ni sih putih, berisik tau ga sih..”

Bawang putih :” ini ka lihat isi labu ini, banyak sekali perhiasan nya..”

Bawang bonbai :” Waachh,,,,,,!!
Apa ini, apakah semua ini emas semua ka..?

Bawang merah :” iya, ini perhiasan semua de..”

Mereka pun terkejut melihat perhiasan yang sebanyak itu, lalu bawang merah dan bawang bombai segera memanggil ibu mereka untuk memberikan itu semua

Bawang merah & bombai :” IBU,,,,,,, cepat kemari, coba lihat ini..”

Ibu tiri :” ada apa sich kalian ini teriak-teriakan ga jelas begini.”

Bawang merah :” ini bu, lihat isi labu ini..”

Ibu tiri :” Wach ini apa putih, kamu mendapat kan labu ini dari mana..??”

Bawang putih :” Dari nenek yang tinggal di gubuk tepi sungai itu bu..”

Ibu tiru :” ko kamu bisa mendapat kan labu yang berisi perhiasan semua begini ?”

Putih pun menceritakan semua kejadian kemarin kepada ibu dan kakak nya, lalu ibu pun menyuruh bawang merah untuk mendatangi gubuk tua itu dan menginap bersama nenek itu untuk bisa mendapat kan labu yang berisi perhiasan itu..
Bawang merah pun menuruti perkataan ibunya itu, besok nya bawang merah berangkat ke rumah nenek itu..
Ketika di perjalanan menuju rumah nenek tua itu, bawang merah pun bertemu ke dua temannya..

Teman bawang merah :” hei bawang merah, mau kemana kamu ??”

Bawang merah :“ Eh Ega, Efa..
Kalian mau kemana..?”

Efa :” kita mau main ke sebrang sungai sana, kamu mau kemana..?”

Bawang merah :” emmmh,,, aku mau..
Aku mau jalan-jalan saja ko di tepi sungai ini..

Ega :” kamu tidak takut jalan sendirian di tengah hutan seperti ini..?”

Bawang merah :” Hhe tidak ko, saya sudah biasa.. ”

Efa :” dari pada kamu sendirian mendingan kamu ikut kami saja main, mau tidak.?”

Bawang merah :” tidak ach, aku ada urusan yang lebih penting di bandingkan main dengan kalian..”
Ega :” Yaa sudah kalau kamu tidak ingin main bersama kami..”

Efa :” Ayoo ga kita lanjutkan perjalanan, nanti teman-teman kita kelamaan nungguin kita..”

Bawang merah :” Yaa sudah kalian lanjutkan saja perjalanan kalian..”

Ega dan Efa pun melanjutkan perjalanan mereka dan meninggal kan bawang merah sendirian, bawang merah pun melanjutkan perjalanannya ke rumah sie nenek tua itu..
Setelah bawang merah berjalan cukup jauh, akhirnya dia menemukan gubuk tua si nenek itu. Dan dia pun langsung menghampiri gubuk itu..

Bawang merah :” Akhirnya aku menemukan juga ni gubuk tua, ,
Iccchhh,,,, kumuh sekali gubuk ini, kalau tidak untuk labu yang berisi perhiasan itu, mana mau aku tinggal di gubuk kumuh yang seperti ini..”

Ketika bawang merah sedang mendumal di depan gubuk itu, tiba-tiba keluar lah nenek tua itu dari dalam gubuk dan bawang merah pun terkejut melihat si nenek itu..

Nenek :” sedang apa kamu nak berdiri di depan gubuk nenek ini..?”

Bawang merah :” Eh nenek, anu nek saya ingin menginap di gubuk nenek ini selama seminggu, apakah nenek mengizinkan saya untuk menginap..?
Saya janji saya akan membantu nenek selama saya berada di sini..”

Nenek :” Ohh tentu saja boleh nak, kebetulan nenek sedang butuh teman ngobrol ni nak. Masuk lah..”


Nenek pun mempersilah kan masuk bawang merah ke dalam gubuk nya itu, ,

Bawang merah pun masuk ke dalam, dan ia melihat keadaan gubuk yang kumuh itu dia merasa sangat jijik sekali. Dan Bawang merah mengingkari janji nya itu, selama ia tinggal di gubuk itu. Dia sama sekali tidak pernah membantu nenek itu, ia hanya duduk bermalas-malasan saja, akhirnya sepekan pun tiba. Bawang merah bersiap-siap untuk kembali pulang ke rumahnya..

Bawang merah :” nek saya sudah seminggu di sini. Saya mau pulang dulu ya nek,,

Nenek :” Baiklah terima kasih ya kamu sudah mau menemani nenek di sini..”

Bawang merah :” apakah nenek tidak ingin mengasih saya labu itu sebagai tanda terima kasih nenek ..”

Nenek :” Ohh kamu mengiginkan labu itu, ambil saja lah nak. Kamu boleh memilih satu diantara dua labu itu..”

Bawang merah pun langsung mengambil labu yang paling besar dan ia langsung pergi maninggalkan nenek itu tanpa memberi salam terlebih dahulu..
Setelah sampai di rumah, bawang merah pun langsung berteriak memanggil ibu dan adik nya..

Bawang merah :” Ibu,,, bawang bombai..
Kemarilah, lihat aku pulang membawa apa..“

Ibu tiri :” Kamu sudah pulang nak, dan kamu berhasil membawa labu besar itu..”

Bawang bombai :” cepat ka, belah labu itu. Aku sudah tidak sabar ingin melihat perhiasan-perhiasan di dalam labu itu..”

Bawang merah :” baiklah, tunggu sebentar.”

Bawang merah, bawang bombai dan ibu pun segera membelah labu itu. Ketika mereka membelahnya, mereka terkejut dengan isi labu itu. Mereka berteriak histeris dan mereka melempar kan labu itu ketika mereka melihat ular, kalajengking, kelabang dan binatang berbisa lainnya yang berada di dalam labu itu. Mereka tidak mendapatkan perhiasan yang mereka ingin kan melainkan binatang-binatang yang berbisa itu, .
Itu lah akibat dari orang yang serakah dan tidak pernah puas dengan apa yang di milikinya,,,,,


...SELESAI...





Memerankan Sebagai :

- Dewi Wulandari : Narator
- Siti Emilia Mely : Bawang Putih
- Vina A. Agustiana : Bawang Merah
- Dina Novita Ayu : Bawang Bombai
- Dini Arafah : Ibu Tiri
- Agam Anugrah Akbar : Pangeran Adit
- M. Agy Fahrezy : Adik Pangeran ( Bayu )
- Vika Oktavia : Nenek Tua
- Anggy Condro Sidi : Teman B. Merah ( Efi )
- Dita Ayu Ningsih : Teman B. Merah ( Ega )
- Siti Nurjanah : Teman B. Putih ( Defi )
- Aksel Kevin R. : Penjahat 1
- Oriza Yufa Lazuardi : Penjahat 2
- Syaefuddin Adji : Paman








Penyusun



Dewi Wulandari

Tidak ada komentar: